dari nol lagi
6 November 2011
Hari ini bener-bener pusing. Febri gak mau di ajak kompromi. Dia mau kerja enak tanpa berpikir penghasilan. Dari awal gw emang gak suka sama cara berpikirnya orang kampung. Mereka gak bisa di ajak berkembang. Tapi kenapa Ibu dan mbah bersikeras gw harus sama dia? Apa lantaran dia bisa masak? Sama sekali gak ngerti.
Hidup itu bukan makin mudah. Tapi cara berpikir mereka masih kuno dan gak berdasar. Dan paling-paling kalo udah kepepet mereka cuman minta di kasihani dan cari utangan. Sekali lagi gak mau berusaha lebih keras. Pada akhirnya, pasti gw yang jadi topang utama keluarga. Alasannya, mereka gak masuk akal sama sekali. Gak mampu kerja di swasta, kerjanya beratlah, gak kuat fisiklah. Padahal tiap hari gw ngelakuin hal itu untuk mencukupi kebutuhan gw sendiri hidup di Jakarta.
Gak masuk akal. Udah gw pikirkan masa depan gw makin suram bersama mereka. Ya Allah, kenapa ini terjadi? Jalan apa yang coba Kau berikan pada hamba-Mu ini Ya Allah. Kenapa Kau pertemukan diriku padanya?
Aku gak mencintai dia Ya Allah, dia hanya syarat untuk membahagiakan Ibu dan mbahku. Selebihnya dia bukan apa-apa. Mohon petunjuk-Mu. Mohon bimbingan-Mu. Berilah petunjuk-Mu bila ia memang terbaik untukku. Aku menangis dalam hati karena tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya mahluk lemah Ya Allah. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin agar aku bisa meyakinkan dia, tapi selalu gagal.
Kalau dia memang bukan untukku, maka berilah jalan-Mu dalam ridho-Mu. Bukakan hati Ibu dan Mbahku dalam membimbingku. Aku lemah dan tak memiliki daya. Hilang dalam kebingungan.
Semoga Engkau mendengar doaku Ya Allah. Amin.