Gamang

27 Februari 2012

Malam ini Febri kumat lagi kejangnya. Gw makin bisa mengendalikan diri menyikapinya. Gw tau dia lagi banyak pikiran, cuman dia gak mau cerita. Penasaran itu udah pasti.

Selagi dia tidur, gw buka hapenya, privasinya. Gak ada jalan lain. Karena sikapnya yang tertutup. Gw buka smsnya. Banyak sms dari ibu dan adiknya Priska. Sontak rasa keinginantahuan gw berbuah waktu baca sms dia dengan ibunya. Ini dia! Ternyata ada dorongan yang gw gak tau. Kaget sumpah! Ibunya sendiri meminta Febri untuk pisah dari gw, suaminya.

Sekejap itu juga pikiran gw langsung terbang. Anehnya ada rasa senang disana. Tapi kalo di fikir tentang keluarga besar gw, terus terang jadi bingung dan gamang. Apakah ada yang salah sama gw, atau memang sebaliknya. Tapi semua jadi gak aneh ketika gw kambali kebelakang.

Pernikahan ini emang gw rasa terlalu terburu-buru. Tampaknya emang gw gak kenal siapa istri gw sebenarnya. Terlalu banyak kejutan di luar perkiraan gw dan keluarga besar gw.

Apa yang gw pikirkan?

13 Februari 2012

Ini hari kedua gw gak masuk kerja. Belakangan ini gw banyak gelisah, marah, banyak pikiran, sedih. Rasanya gak bagus juga sih meratapi hidup. Malah terkesan cengeng. Whatever.

Sekarang ini, waktu ini gw bisa napas sedikit. Bini lagi kerja, alhamdulillah dia dapet kerja. Walau gak tau sampai kapan dia bisa bertahan di tempat itu. Bukan karena lingkungannya, tapi kondisi fisiknya yang gak bisa.

Semenjak posting terakhir sampai tulisan ini dibuat, banyak banget yang terjadi di kehidupan gw. Yang enak, yang gak enak, campur jadi satu. Masih berusaha mati-matian adaptasi sama kehidupan baru yang banyak ‘kejutan’ & cukup menyita waktu, uang, pikiran.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.